Kamis, 23 April 2015

Unsur-unsur Kedisiplinan

Terdapat 4 unsur pokok dalam disiplin menurut W. Krtinas dan E. B Grelf dalam Oteng Sutisna, yaitu peraturan, hukuman, penghargaan dan konsistensi.
a) Peraturan
Peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk tingkah laku, fungsi dari     peraturan yaitu :
  • Mempunyai nilai pendidikan artinya, memperkenalkan pada seseorang    mengenai perilaku yang disetujui anggota kelompoknya dan  lingkungannya.
  • Membantu mengekang perilaku yang tidak diinginkan
b) Hukuman
Hukuman diberikan karena suatu kesalahan, perlawanan atau   pelanggaran sebagai ganjaran atau pembalasan walaupun tidak dikatakan secara jelas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesalahan, perlawanan atau pelanggaran dilakukan secara sengaja, dalam arti bahwa individu tersebut mengetahui perbuatannya salah tetapi tetap dilakukan. Fungsi dari hukuman yaitu:
  • Untuk menghalangi perbuatan atau tindakan yang tidak diinginkan oleh kelompok
  • Untuk mendidik, artinya melalui hukuman yang diberikan, seseorang    akan mengetahui tindakan mana ynag benar dan mana yang salah.
  • Memberi motivasi untuk menghindari perilaku yang tidak diterima   masyarakat.
c) Penghargaan
Setiap bentuk penghargaan diberikan untuk suatu hasil yang baik. Fungsi dari penghargaan adalah:
  • Mempunyai nilai mendidik, artinya bila suatu tindakan disetujui maka    hal tersebut dapat dirasakan baik
  • Memotivasi untuk mengulang perilaku yang disetujui secara sosial
  • Memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial. Seseorang belajar berperilaku sesuai dengan aturan, bahwa ia merasa bahwa perilaku demikian cukup mengntungkan bagi dirinya, dengan demikian penghargaan digunakan untuk membentuk asosiasi yang menyenangkan dengan perilaku yang diinginkan
d) Konsitensi
Tingkat kestabilan dan kecenderungan menuju kesamaan dan menjadi ciri semua aspek disiplin, baik dalam konsistensi dalam peraturan yang digunakan sebagai pedoman berperilaku dan pelaksanaan hukuman yang diberikan pada mereka yang melanggar. Fungsi dari konsistensi adalah:
  • Memiliki nilai mendidik, artinya peraturan yang konsisten akan memacu   proses belajar
  • Memiliki nilai motivasi, artinya seseorang yang telah mengetahui   tindakan yang akan memperoleh ganjaran dan tindakan yang salah akan memperoleh hukuman, maka ia akan termotivasi untuk menghindari tindakan yang salah dan berusaha untuk melakukan tindakan yang benar.
Selanjutnya Oteng menjelaskan terdapat sejumlah terjemahan kata disiplin empat diantaranya sebagai berikut: (1) Latihan yang mengembangkan pengendalian diri, karakter atau keadaan serba teratur dan efisien, (2) Hasil latihan serupa itu, pengendalian diri, perilaku yang tertib, (3) Penerimaan atau ketundukan pada kekuasaan dan kontrol, (4) Suatu cabang ilmu pengetahuan.
Berbagai pengertian disiplin di atas mengisyaratkan adanya dua orientasi tentang disiplin. Pertama, mengandung makna pengembangan karakter, pengendalian diri, keadaan teratur dan efisien. Ini adalah jenis disiplin yang sering disebut disiplin positif atau disiplin konstruktif. Kedua menyangkut penggunaan hukuman atau ancaman untuk menjadikan seseorang mematuhi perintah dan mengikuti peraturan dan hukum. Pada aspek kedua ini disiplin meliputi menyekat, menahan dan mengawal sehingga ketaatan yang terjadi bukan dilandasi akan pentingnya menaati peraturan, melainkan takut akan hukuman yang akan diberikan atau diancamkan. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dibatasi bahwa disiplin adalah kadar karakter yang menunjukkan kesediaan mental untuk mau mengikuti keadaan teratur sehingga diharapkan memperoleh kondisi yang membantu kepada pencapaian tujuan. Dari pernyataan di atas bahwa aspek terpenting dalam disiplin ialah ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan-aturan, disamping itu perlu kesadaran menjalankan tata tertib dan ketundukkan diri mencapai tujuan yang diharapkan.
Disiplin berkaitan dengan kata “belajar” sehingga menjadi kata disiplin belajar. Masalah sekarang, apakah belajar itu? Masalah ini memerlukan pembahasan tersendiri mengingat banyaknya definisi yang dikemukakan oleh ahli pendidikan.

Pustaka.
Otteng Sutisna, Otteng Sutisna, Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. (Bandung : Angkasa, 1983), 
Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan, (Bandung : Angkasa: 1990), 
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top