Sabtu, 25 April 2015

Tujuan dan Alasan Perlunya Peningkatan Mutu Pendidikan

Peningkatan mutu bertujuan untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) lepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Menurut Anonym : 2001secara rinci peningkatan mutu bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia; 
  2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama;
  3. Meningkatkan tanggungjawab sekolah lepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya;
  4. Meningkatkan kompetisi yang sehat antara sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai
Adapun alasan perlunya penerapan mutu pendidikan adalah:
  1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya;
  2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan di dayagunakan dalam prosese pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik;
  3. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah;
  4. Penggunaan sumber daya pendidikan lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;
  5. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat;
  6. Sekolah dapat bertanggungjawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat pada umumnya;
  7. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Agar sekolah dapat menerapkan menejemen peningkatan mutu pendidikan secara efektif, maka diperlukan setiap unsur yang terkait hendaknya memahami karakteristik peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
Karakteristik dasar peningkatan mutu pendidikan yaitu : “Pemberian otonomi yang luas pada sekolah, partisipasi masyarakat dan orang tua, kepemimpinan yang demokratis dan profesional, dan team-work yang kompak dan transparan”.  Karakteristik MPMBS tidak dapat di[pisahkan dengan karakteristik sekolah efektif (effective schoo). Jika MPMBS merupakan wadah/kerangkanya maka sekolah efektif merupakan isinya.  Pembahasan karakteristik MPMBS diawali dengan output dan diakhiri dengan input,  mengingat output memiliki tingkat kepentingan tertinggi, sedang proses memiliki tingkat kepentingan setingkat lebih rendah dari output, dan input memiliki tingkat kepentingan dua tingkat lebih rendah dari output.
Sekolah harus mempunyai output yang diharapkan. Output sekolah merupakan :
Prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Output dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu output yang berupa prestasi akademik (academic achievement) dan output berupa prestasi non akademik (non-academic achievement). Output prestasi akademik meliputi nilai semester, nilai ujian, dan karya ilmiah, sedangkan output prestasi nonakademik meliputi imtaq, kesabaran, kejujuran, olah raga, pramuka, seni dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. (Anonym, 2008)
Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki karakteristik proses sebagai berikut:
a.    Proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi;
b.    Kepemimpinan sekolah yang kuat;
c.    Lingkungan sekolah yang aman dan tertib;
d.    Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif;
e.    Sekolah memiliki budaya mutu;
f.    Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis;
g.    Sekolah memiliki kewenangan/kemandirian;
h.    Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat;
i.    Sekolah memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen;
j.    Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik);
k.    Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan;
l.    Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan;
m.    Sekolah memiliki komunikasi yang baik;
n.    Sekolah memiliki akuntabilitas;
o.    Sekolah memiliki kemampuan menjaga substainabilitas. (Anonym, 2002)

Input pendidikan ialah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Input sekolah yang efektif mencakup:
a.    Memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas; 
b.    Sumber daya tersedia dan siap;
c.    Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi;
d.    Memiliki harapan prestasi tinggi;
e.    Fokus pada pelanggan (khususnya siswa);
f.    Input manajemen mencakup tugas yang jelas, rencana yang tinggi dan sistematis, program yang mendukung bagi pelaksanaan rencana, ketentuan-ketentuan yang jelas sebagai panutan bagi warga sekolah untuk bertindak, dan adanya sistem pengendalian mutu yang efektif dan efisien untuk meyakinkan agar sasaran yang telah disepakati dapat dicapai.

Secara umum, mutu adalah : ”Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam  konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses dan output” (Anonym, 2001) 
Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input tersebut.
Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input sekolah dilakukan secara harmonis sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoy eable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik.

Demikian pula halnya untuk melihat kinerja sekolah diperlukan  sumber daya manusia yang dapat melaksanakan penerapan manajemen sekolah yang terikat akan norma dan budaya yang mendukungnya sebagai suatu sistem nilai.
Kinerja sekolah yang efektif menurut Sagala adalah berkaitan dengan efektivitas, produktivitas dan efisiensi dari segala macam aktivitas dalam melaksanakan tugas pokoknya agar mencapai keberhasilan sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Karena itu peningkatan mutu sekolah sangat tergantung pada manajemen yang diterapkan serta semangat kerja para personal organisasi bersangkutan sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah.
Mutu sekolah dipengaruhi oleh output sekolah yang dikatakan berkualitas/bermutu tinggi, jika prestasi sekolah, khususnya prestasi siswa, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam :
Prestasi akademik, berupa nilai ulangan umum, nilai ujian, karya ilmiah, lomba-lomba akademik; dan b. Prestasi non akademik, seperti misalnya imtaq, kejujuran, kesopanan, olah raga, kesopanan, ketrampilan, dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler. Mutu sekolah dapat dipengaruhi oleh banyak tahapan-tahapan kegiatan yang saling berhubungan (proses), seperti perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan (Anonym, 2001)

Pustaka.

Slamet. 2000. Menuju Pengelolaan Pendidikan Berbasis Sekolah. Makalah Disampaikan dalam Seminar dan temu Alumni Fakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri Yogyakarta tanggal 27 Mei 2000
E. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. (Rosda Karya. Bandung. 2003).
Mohrman Susan Albert and Wohlstette Priccilla (1994). School-Based Management, Organizing for High Performance, San Fransisco: Jossey-Bass Publisher
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top