Selasa, 21 April 2015

Teknik Penelitian dalam Skripsi

Penelitian dapat diartikan sebagai proses pengumpulan dan menganalisis data atau informasi secara sistematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang sah. Kata-kata sistematis dan sah dalam hal ini merupakan kata kunci karena mengacu pada suatu pendekatan yang digunakan dalam dunia akademis yang disebut dengan metode ilmiah.
Ada beberapa pendekatan dalam penelitian, yaitu : pendekatan eksploratoris, pendekatan deskriptif, pendekatan korelasional, dan eksperimental. (M. Toha Anggoro, 2008 : 3.18)
Disamping pendekatan penelitian di atas, masih ada istilah yang sering kita dengar dalam penelitian. Yaitu : penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Keduanya termasuk dalam metode penelitian desktiptif sehingga bisa digunakan salah satunya.
Ada dua perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif; bukankah keduanya itu juga layak disebut pendekatan penelitian? Amatlah tidak mudah menarik kesimpulan atau garis tapal batas yang jelas untuk memilah kawasan keduanya. Dapat dijadikan pegangan paling tidak untuk sementara, adalah dari segi jenis data yang dipakai oleh peneliti untuk memahami dan menerangkan perilaku manusia dan gejala yang ia amati.
Penelitian kualitatif sangat mengandalkan informasi kualitatif dan oleh karenanya ia cenderung menghindari teknik analisisi statistik. Kita hanya akan menemui sedikit angka dna simbol numerik, bahkan absen sama sekali. Sebaliknya, dalam penelitian kuantitatif, syarat dengan angka dan bilangan serta simbol atau ekuasi numerik.
Dalam penelitian, pendekatan atau metode ilmiah di atas harus dilakukan, dengan tujuan keabsahan bentuk  penelitian yang telah diamati, akan lebih kuat, apabila tidak ditempuh metode tersebut maka tidak akan mempunyai kekuatan argumentasinya. Hal ini perlu disadari terutama oleh peneliti pemula yang akan mengamati sesuatu karena dalam praktik ada beberapa prosedur dasar dalam penarikan kesimpulan yang tampaknya sah ternyata justru sebaliknya, tidak sah karena pendekatan yang ia gunakan bukan pendekatan ilmiah. Jika prosesnya tidak sah, maka hasilnya juga tidak sah secara ilmiah.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top