Selasa, 21 April 2015

Pengertian Out door (Konsep Pendidikan)

Dalam upaya memahami arti, maka mengemukakan pengertian dari kata kunci mencapai tepat sasaran, yaitu pengembangan dalam kegiatan outdoor.
 
Dalam kamus bahasa Inggris Outdoor artinya di luar, J. Cahyaningt     (t.t : 42) dua kata yang berasal dari bahasa Inggris ini bila dikaitkan dengan pembelajaran berarti kegiatan yang dilakukan di luar kelas. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1994 : 535), keluar pintu artinya murid-murid keluar dari ruang kelas untuk melaksanakan kegiatan di luar.
 
Pendidikan luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan. Dalam buku 4 Depdiknas (2007:45-46) pelajaran di luar kelas dalam rangka pengembangan fisik/motorik anak diataranya berjalan pada papan titian, meloncat dari ketinggian 30 cm, memanjat, bergelantung dan berayun dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Suyadi (2009:117-118) kantong biji untuk dilempar dan ditangkap sambil berjalan, bermain simpai, papan titian untuk meniti, bola besar dan kecil untuk berlatih menendang, melempar dan menangkap.
 
Pendidikan luar kelas tidak sekedar memindahkan pelajaran ke luar kelas, tetapi dilakukan dengan mengajak siswa menyatu dengan alam dan melakukan beberapa aktivitas yang mengarah pada terwujudnya perubahan perilaku siswa terhadap lingkungan melalui tahap-tahap penyadaran, pengertian, perhatian, tanggungjawab dan aksi atau tingkah laku. Aktivitas luar kelas dapat berupa permainan, cerita, olahraga, eksperimen, perlombaan, mengenal kasus-kasus lingkungan di sekitarnya dan diskusi penggalian solusi, aksi lingkungan, dan jelajah lingkungan.
 
Sesuai konsep pendidikan bagi anak usia dini, yaitu belajar seraya bermain. Menurut Lilis Suryani, (2008:1) karyawisata dapat dirancang sedemikian rupa sehingga memuat nilai-nilai pendidikan. Artinya ketika melakukan outdoor metode karyawisata bisa digunakan, karena dengan metode karyawisata dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak, yaitu kemampuan dasar yang terdiri dari fisik, kognitif, bahasa, seni dan prilaku yang terdiri dari moral-agama dan sosial emosional.
 
Bagi anak usia dini, kegiatan outdoor bisa dikatakan karyawisata, karena dengan karyawisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi atau mengkaji segala sesuatu secara langsung, Hildebrand (Lilis Suryani, 2008:2). Karyawisata juga berarti membawa anak usia dini ke objek-objek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas. Welton dan Mallon (Lilis Suryani, 2008:2), dan juga memberi kesempatan anak untuk mengobservasi dan mengalami sendiri dari dekat. Foster dan Headley’s (Lilis Suryani, 2008:2).
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top