Sabtu, 18 April 2015

Pengertian Motivasi | Motivasi kerja guru

Motivasi sangat penting artinya bagi seseorang mengingat motivasi merupakan dorongan/motif dalam diri individu yang mempengaruhi tingkah laku tertentu, serta usaha menumbuh-kembangkan bagi kehidupan pribadi bersangkutan. Menurut Kartono, perjuangan motif adalah usaha mempertimbangkan dengan hati nurani dan akal budi bagi kemungkinan dilaksanakannya satu pilihan; yang diambil dari berbagai alternatif motif-motif.  Dalam penentuan dan pelaksanaannya dipilih motif yang paling baik dan paling kuat untuk dilaksanakannya dengan segera. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa bekerja secara cepat dan bergabung, yaitu kerjasama secara kooperatif menambah besarnya usaha motif Terry mengartikan motivasi sebagai upaya mengusahakan agar seseorang dapat mengerjakan pekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannya . Sementara Hasibuan berpendapat bahwa motivasi adalah suatu perangsang keinginan dan penggerak kemauan bekerja seseorang; setiap motifnya mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. 
Selanjutnya Siagian  memaparkan bahwa motivasi dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian motiv bekerja para bawahan sedemikian rupa sehingga manusia bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisiensi dan ekonomis. 
Dengan demikian motivasi seseorang ditentukan oleh kuat lemahnya motif, sedangkan motif adakaianya diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, dorongan, gerak hati seseorang. Jika seseorang mendapat motivasi yang kuat dan kokoh, akan lahir kemauan yang kuat. Pada tataran ini seseorang akan memapu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar. “Saya pasti bisa asal saya mau” (es ist nurien wollen).
Pemberian motivasi secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi harus seringkali berada di tengah-tengah para bawahannya, menjalin komunikasi yang baik serta interaksi yang bersifat horisontal. Dengan demikian, instruksi, bimbingan, nasihat dan koreksi bila diperlukan dapat berjalan secara alami. Dalam kondisi seperti ini telah tercakup pula upaya untuk mensikronisasikan tujuan organisasi dan tujuan pribadi dari anggotanya. Dengan kata lain hubungan antara pimpinan dan bawahan berada di antara formal, akan menjadi kaku, dan jika hubungan bersifat informal, pimpinan kehilangan wibawa. Di sinilah perlunya seni memimpin agar hubunganantara atasan dan bawahan serasi. Pimpinan yang baik bukanlah yang ditakuti, tetapi yang disegani. Pada perkataan lain, dalam upaya meningkatkan motivasi, juga diperlukan insentif yang berkaitan erat dengan kebutuhan.
Berangkat dari berbagai pendapat di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain masalah motivasi menyangkut berbagai isu.

  1. Beberapa upaya untuk mendapatkan angota organisasi  yang mau bekerja dengan ikhlas dan bersemangat sehingga tujuan organisasi tercapai secara efektif. 
  2. Berbagai  upaya mengajak angota agar mempunyai  loyalitas yang tinggi terhadap organisasinya.  Untuk itu diupayakan agar kepentingan pribadi seseorang sejalan dengan tujuan organisasi, sehingga sense of belonging tertanam dengan kuat. 
  3. Berbagai upaya  untuk  memenuhi kebutuhan anggota organisasi. sehingga semangat kerja tidak menurun dan keinginan untuk berprestasi terpacu secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi. 
  4. Berbagai upaya agar anggota organisasi tetap konsisten dan tidak gampang dipengaruhi oleh pihak lain untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan tujuan organisasi. 

Kesimpulan di atas merupakan ikon betapa pentingnya motivasi dalam hal menggerakkan dan merangsang kegiatan anggota organisasi, agar manusia melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dengan ikhlas dan bersemangat sehingga tujuan organisasi yang sudah ditetapkan dicapai maksimal.

Pustaka.
Kartono, Kartini. 1990. Psikology Umum. Bandung : CV. Mandar Maju.
Terry D. Evaluation: A Practical Guide for Teachers. New York: McGraw-Hill Book Company
Hasibuan Malayu S. P. Drs. 1996. Manajemen Dasar, _Pengertian dan. Masalah. Jakarta : PT Gunung Agung
Sondang P Siagian. 1995. Teori Motivasi dan Aplikasinya. PT. Rineka Cipta. Jakarta


Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top