Rabu, 29 April 2015

Pengembangan Kebijakan Sekolah tentang Kebersihan

Perlu dikembangkan sebuah atau beberapa kebijakan sekolah yang mendukung konsep sekolah berbudaya lingkungan antara lain:
  1. memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di lingkungan luar sehingga belajar tidak selalu berlangsung di lingkungan sekolahnya sendiri
  2. memfasilitasi terbentuknya simpul belajar non sekolah yang ramah kepada siswa misalnya melakukan pembelajaran di taman kota, RTH (ruang terbuka hijau), rumah sakit, pertokoan, pasar, bank, perkantoran, desa terpencil, serta mengakses masyarakat
  3. memberikan kesempatan kepada guru untuk melakukan pengembangan potensi diri melalui seminar, lokakarya, pelatihan-pelatihan mendukung siswa yang tidak mampu untuk tetap berprestasi melalui jalur teman atau orang tua asuh marginal menyediakan nara sumber dari luar.
Banyak kegiatan sehari-hari yang dapat dikaitkan dengan kurikulum di sekolah. Salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dapat dilaksanakan adalah implementasi dari beberapa kolaborasi mata pelajaran.
Implementasi tersebut dapat dilakukan di luar lingkungan sekolah misalnya di sebuah desa atau kawasan tertentu dengan maksud dapat memberikan suasana berbeda dan menyenangkan serta memberikan pengalaman baru bagi siswa. Melalui sekolah alam, diharapkan siswa dapat belajar dari apa yang dia lihat, apa yang dirasakan serta apa yang ditemukannya di lingkungan. Dengan model pembelajaran bermakna seperti itu maka konsep-konsep yang ditemukan siswa selama proses pembelajaran dapat mempengaruhi daya retensinya. Pemahaman terhadap suatu konsep melalui pembelajaran di sekolah alam akan memiliki sifat dapat bertahan lebih lama atau bersifat meningkatkan daya retensi siswa.
Kondisi tersebut pada kenyataannya dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa. Ketika siswa melalui pembelajaran melakukan aksi lingkungan berupa penanaman, maka di samping siswa terampil melakukannya (vocational skill) juga didapati kemampuan siswa untuk mengenal lebih dalam struktur anatomi maupun fisiologis tanaman tersebut. Selain itu dengan teknik belajar di lingkungan, diharapkan akan terbentuk jiwa-jiwa yang memiliki kesadaran tinggi terhadap permasalahan lingkungan. Generasi yang kreatif, inovatif dan peka terhadap isu-isu lingkungan akan tercipta dengan sendirinya.

Beberapa aksi lingkungan yang dapat dilakukan siswa dalam konsep sekolah berbudaya lingkungan antara lain:
  1. kegiatan penghijauan
  2. bakti sosial lingkungan
  3. jalan sehat
  4. kerja bakti lingkungan
  5. melakukan konservasi lahan dengan penanaman
  6. pemeliharaan tanaman
  7. pemanfaatan kebun bibit
  8. Penambahan koleksi kebun sekolah untuk proses pembelajaran keanekaragaman hayati
  9. Perbanyakan tanaman untuk melatih life skill
  10. Konservasi flora & fauna
  11. pengenalan konsep konservasi
  12. implementasi Pendidikan lingkungan hidup di sekolah
Untuk membangun sebuah komitmen menjadikan sekolah berbudaya lingkungan, maka peran stakeholder tidak dapat diabaikan. Perlunya melibatkan peran serta aktif komite sekolah untuk mendukung semua kegiatan. Keterlibatan komite sekolah dalam bentuk:
  1. pendanaan
  2. dukungan atau support dalam pelaksanaan program-program sekolah misalnya kegiatan implementasi mata pelajaran, pembelajaran di alam dan sebagainya
  3. keterlibatan secara langsung dalam aktivitas sekolah
  4. mediasi antara sekolah dengan instansi terkait atau dengan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha
  5. keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran, mengevaluasi pelaksanaan program-program sekolah, monitoring seluruh kegiatan sekolah
  6. mendorong akreditasi sekolah untuk mencapai sekolah bermutu
  7. mendorong pelaksanaan sertifikasi guru guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui aset guru yang profesional
  8. mendorong sekolah untuk menyajikan program pendidikan yang lebih beragam dan relevan
  9. dukungan untuk mendekatkan siswa dengan lingkungan terdekatnya sehingga siswa mampu menangani semua isu lokal disekelilingnya
Dalam pembentukan sekolah berbudaya lingkungan, pengelolaan sarana prasarana menjadi sesuatu yang sangat penting. Penggunaan dan pengadaan atau pengembangan sarana prasarana yang efektif dan efisien serta tepat guna harus menjadi acuan utama. Untuk mendukung terciptanya sekolah berbudaya lingkungan maka konsep berikut perlu diterapkan di sekolah, yaitu:
a. melakukan penghematan semua sumber daya di sekolah, listrik, air
b. penghematan penggunaan alat tulis kantor
c. pemanfaatan barang bekas untuk pembuatan media pembelajaran
d. pengelolaan sarana prasarana yang tepat guna
e. pengelolaan sarpras secara efisien dan efektif

Selanjutnya untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan Kebijakan sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan tersebut adalah:
  1. Visi dan Misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
  2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
  3. Kebijakan peningkatan SDM (tenaga kependidikan dan non kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
  4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
  5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan hidup untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut:
a.  Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
b.  Penggalian dan pengembangan materi serta persoalan lingkungan hidup yang ada di mayarakat sekitar.
c.  Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
d. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat di sekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh warga sekolah dalam mengembangkan kegiatan berbasis partisipatif adalah:
a.  Menciptakan kegiatan ektrakurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah.
b.  Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
c.  Membangun kegiatan kemitraan dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan dan pengembangan sarana tersebut   meliputi:
a. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
b. Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
c. Penghematan sumberdaya alam (air, listrik) dan ATK.
d. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
e. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Pustaka.
Nurkolis. Manajemen Berbasis Sekolah Teori model dan Aplikasi.
Engkoswara Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. (Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1987)
Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top