Sabtu, 18 April 2015

Pengaruh Motivasi Kerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh motivasi kerja guru. Artinya semakin tinggi motivasi kerja maka prestasi siswa akan meningkat.
Setiap individu pasti memiliki kondisi internal dimana kondisi etrsebut berperan serta dalam kesehariannya. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah motivasi yang berupa dorongan dasar yang menggerakkan orang tersebut bertingkah laku. Banyak pakar mengetengahkan pandangannya tentang motivasi. Pandangan para pakar tentang motivasi tersebut melahirkan berbagai teori motivasi. Teori motivasi yang sangat fundamental dan monumental, juga telah banyak dikenal orang dan digunakan dalam berbagai kegiatan yang diantaranya adalah teori hierarki Abraham Maslow, teori dua faktor oleh Frederich Henzberg, teori X dan Y oleh Douglas Mc. Gregory, teori prestasi oleh David McClelland, dan teori ERG dari Alderfer. 

Teori-teori tersebut merupakan landasan utama dalam merumuskan teori-teori lain yang juga dikenal yang diantaranya adalah teori motivasi belajar, motivasi kerja, dan motivasi berprestasi, di samping teori-teori motivasi lainnya. Malone sebagaimana yang diungkap oleh Arif Rahman membedakan motivasi menjadi dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan rangsangan yang timbul dari dalam diri individu. Sedangkan motivasi ekstrinsik timbul karena adanya rangsangan dari luar individu. Dalam melakukan sesuatu, tidak selamanya seseorang hanya dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik seperti pemenuhan materi semata, akan tetapi tetapi motivasi intrinsik merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Motivasi intrinsik tersebut bisa berupa kebanggaan akan dirinya dapat melakukan sesuatu pekerjaan yang orang lain belum tentu mampu melakukannya, kecintaan terhadap pekerjaan itu, atau minat yang besar terhadap tugas atau pekerjaan yang dilakukannya selama ini. Oleh sebab itu, motivasi kerja tidak hanya berwujud kepentingan ekonomis saja, tetapi bisa juga berbentuk kebutuhan psikis untuk lebih melakukan pekerjaan secara aktif. Dengan demikian, motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang turut serta menentukan kinerja seorang guru. Besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan motivasi terhadap kinerja bergantung pada seberapa besar intensitas motivasi yang masuk.  

Teori yang dikemukakan di atas sejalan dengan apa yang diteliti oleh Safri Kamaria yang mengemukakan bahwa motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan kinerja guru. Demikian juga dengan apa yang diungkapkan oleh Djamarah yang menegaskan pentingnya motivasi dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan temuan dalam penelitian ini meniscayakan peran motivasi dalam peningkatan kinerja guru. Guru yang memiliki motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik yang timbul dari luar individu akan bisa menampilkan performa yang bagus ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 

Temuan dan pembahasan tersebut meniscayakan bahwa motivasi kerja guru merupakan hal penting yang harus ditingkatkan karena akan berdampak terhadap kinerja guru. Implikasi dalam pendidikan tentunya seorang guru dan perangkat kependidikan untuk terus berupaya menaikkan tingkat motivasi kerja seseorang dengan segala sesuatu yang terkait dengan rangsangan yang timbul dari dalam atau luar individu. Sehingga pada akhirnya akan menaikkan kinerja seorang guru dan berakibat terhadap tercapainya prestasi siswa yang diinginkan. 
Motivasi merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah komunitas demi mencapai tujuan yang telah dicanangkan. Motivasi merupakan karakteristik psikologis manusia yang memberikan konstribusi akan tingkat komitmen seseorang. Hal yang demikian ini merupakan faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tertentu. Maslow, McGragor, McClelland, dan Robbin sebagaimana yang diungkapkan oleh Patricia Buhler menyatakan bahwa seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi akan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Dengan demikian, seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi akan memiliki tingkat yang tinggi pula sehingga turut serta mempengaruhi hasil yang ingin dituju. 

Interaksi antara guru dan siswa merupakan komponen penting dari sekian banyak komponen yang turut mendukung prestasi belajar siswa. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar juga dipengaruhi oleh keterampilan mengajar guru. Sedangkan hal-hal yang turut serta menjadi penyebab keberhasilan prestasi belajar siswa antara lain, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang terdiri dari faktor fisik dan non fisik sedangkan faktor eksternal adalah faktor social dan non social. Faktor social lebih menekankan pada adanya peranan orang ketiga dalam prestasi belajar siswa. faktor ini bisa terdiri dari dari peranan guru yang tentunya berpengaruh sangat besar dalam pengembangan siswa. 

Pustaka.


Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top