Kamis, 23 April 2015

Manfaat Kedisiplinan (Konsep Pendidikan)

Dalam kehidupan sehari-hari telah terdapat keyakinan bahwa anak memerlukan sedikit disiplin agar ia dapat bertingkah laku sesuai dengan standar norma masyarakat  dan agar ia dapat diterima dalam lingkungan masyarakat. Dengan disiplin anak dapat belajar bertingkah laku sesuai tuntutan masyarakat dan dapat diterima di lingkkungannya. Disiplin bermanfaat bagi anak-anak utnuk perkembangan karena dengan disiplin beberpa kebutuhan akan terpenuhi. Seperti dikatakan oleh Dirk Meyer, Gutkin dan Redh (Oteng Sutisna,) bahwa manfaat dari disiplin adalah:
  1. Disiplin memberi rasa aman dan memberitahukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan
  2. Dengan membantu anak menghindari perasaan bersalah, rasa malu akibat perilaku yang salah, perasaan yang pasti mengakibatkan rasa tidak bahagia dan penyesuaian yang baik terhadap disiplin memungkinkan anak hidup menurut standar yang disetujui oleh lingkungan sosialnya dan dengan demikian memperoleh prsetujuan sosial.
  3. Dengan disiplin anak belajar bersikap menurut cara yang akan mendatangkan pujian yang akan ditampilkan anak sebagai tanda kasih sayang dan penerimaan hal ini esensial bagi penyesuaian yang berhasil dan berakhir dengan kebahagiaan.
  4. Disiplin yang sesuai dengan perkembangan berfungsi sebagai motivasi pendorong ego yang mendorong anak mencapai apa yang diharapkan dirinya.
Disiplin membantu anak mengembangkan hati nurani, suara dari dalam, pembimbing dan pengambilan keputusan dan pengendalian perilaku.
Menurut Oemar Hamalik belajar adalah:
Kegiatan-kegiatan fisik badaniah. Hasil belajar yang dicapai yang dicapai adalah berupa perbedaan dalam fisik itu, misalnya mencapai kecakapan motoris, seperti berlari, mengendari mobil, memukul secara baik dan sebagainya. Pendapat lain menitikberatkan pendapatnya bahwa belajar adalah kegiatan rohani atau psikis. Hasil belajar yang dicapai perubahan-perubahan dalam psikis. Misalnya memperoleh pengertian tentang bahasa, mengapresiasikan seni budaya, bersikap susila dan lain-lain .

Muhibbin Syah berpendapat bahwa:
Belajar adalah tahapan perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.  ”
Penjelasan di atas menunjukkan adanya dua pandangan mengenai belajar, pertama menekankan pada pelatihan fisik. Kedua menekankan pada pelatihan pembentukan aspek psikis. Dan dapat digaris bawahi bahwa perubahan hasil tersebut bukan disebabkan oleh obat-obatan, hasil pertumbuhan atau kematangan, melainkan perubahan tersebut terjadi akibat latihan dan pengalaman, misalnya perubahan pengetahuan, kecakapan dan tingkah laku serta keterampilan.
Apabila kedua istilah itu disatukan, dengan pertimbangan batasan masing-masing, maka disiplin belajar dapat dipandang sebagai kadar karakteristik dan keadaan serba teraturnya upaya seseorang dalam proses merubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan kemampuan individu serta merubah aspek-aspek lainnya yang ada dalam individu yang sedang belajar. Dengan kata lain disiplin belajar adalah pengendalian sikap mental yang mengarah pada upaya menaati peraturan dan tata tertib yang ada dalam prses merubah kognitif, afektif dan psikomotor.
Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, kadang-kadang siswa berprilaku tidak disiplin, sehingga mendatangkan masalah bagi guru dan teman-temannya. Padahal guru tidak mengharapkan berhadapan dengan masalah-masalah ketidakdisiplinan selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Sejalan dengan masalah disiplin, Oteng Sutisna menjelaskan, Disiplin merupakan aspek esensial bagi semua kegiatan kelompok yang terorganisasi.  Dalam arti, disiplin itu merupakan aspek yang penting atau urgen.
a. Disiplin Mengatur dan Mengarahkan pada Pencapaian Tujuan Belajar
Disiplin itu merupakan suatu sikap mental yang didasarkan atas kesadaran dan keikhlasan seseorang untuk mematuhi peraturan. Sikap itu akan mengarahkan dan mengatur segala aktivitas serta motivasi yang ditimbulkan kearah yang memungkinkan pencapaian tujuan secara efektif. Menurut pendapat Hasan Langgulung Kalau motivasi bergandengan dengan disiplin, itu berarti sudah tepat.  Sebab yang pertama bergerak dengan cepat dan kuat, sedangkan yang kedua mengatur dan memelihara agar motivasi mempunyai arah dan tujuan tertentu. Jadi kegiatan belajar itu tidak cukup dengan aktivitas dan motivasi saja, melainkansiswa harus mengikuti secara layak tata perilaku yang diharapkan, sehingga tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.

b. Disiplin Merupakan Asas dalam Cara Belajar
Asas dalam belajar yang baik ialah disiplin. Dengan jalan disiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik dalam usaha belajar, barulah seseorang mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Sifat malas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, seseganan untuk bersusah payah memusatkan pikiran, kebiasaan untuk melamun dan gangguan-gangguan lainnya selalu menghinggapi kebanyakan siswa. Gangguan itu hanya bisa diatasi kalau siswa mempunyai disiplin.
Belajar setiap hari secara teratur hanya mungkin dijalankan kalau seorang siswa mempunyai disiplin untuk menaati rencana kerja yang tertentu. Godaan-godaan yang dimaksud menangguhkan usaha belajar samapai sudah dekat waktu ujian, hanya bisa dapat dihalau ia mendisiplin dirinya.
Uraian di atas menunjukkan bahwa dengan disiplin seseorang akan dapat menghindari gangguan-gangguan dalam melaksanakan rencana belajar dengan teratur. Dan dengan disiplin pula seseorang akan terbiasa melakukan kegiatan belajar secara terarah pada pencapaian tujuan.

c. Disiplin Membentuk Keteraturan
Disiplin akan menciptakan kemauan seseorang untuk belajar secara teratur, dalam arti kemampuan bekerja secara teratur dapat disebabkan oleh kebiasaan disiplin seseorang dalam bekerjanya. Jika dikaitkan dengan masalah-masalah perbuatan belajar dan juga perbuatan-perbuatan lainnya memerlukan aktivitas yang teratur, dilaksanakan setahap demi setahap sehingga pada akhirnya apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Sikap itu juga akan mengarahkan dan mengatur segala bentuk aktivitas secara motivasi yang ditimbulkan ke arah pencapaian tujuan secara efektif.

d.    Disiplin Membentuk Watak yang Baik
Disiplin selai membuat siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik juga merupakan proses ke arah pembentukan watak yang baik, dan watak yang baik pada seseorang akan menciptakan suatu pribadi yang luhur yang diridhai oleh Allah SWT dan sangat diperlukan di masyarakat. Disiplin selain membuat siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan proses ke arah pembentukan watak yang baik.

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa disiplin penting bagi berlangsungnya kegiatan belajar. Jenis disiplin yang harus dimiliki siswa adalah disiplin diri. Dari sudut pandang sosiologis dan psikologis disiplin diri adalah suatu proses perubahan atau proses belajar individu secara progresif untuk mengembangkan kebiasaan penguasaan diri serta mengakui tanggung jawab pribadi terhadap masyarakat.
Intensitas disiplin seseorang akan tinggi, karena orang tersebut mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap pelaksanaan disiplin dan dirasakan ada manfaatnya bagi dirinya dan orang lain serta menganggap penting untuk dilaksanakan. Intensitas belajar seseorang rendah karena orang tersebut tidak mempunyai kesadaran untuk melaksanakan disiplin dan menganggap hal tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa bagi dirinya. Demikian juga dalam intensitas disiplin belajar, secara teoritik dapat diduga hasilnya akan bervariasi.
 
Untuk membedakan mana intensitas disiplin belajarnya tinggi dan mana yang intensitas disiplin belajarnya rendah, tentu harus ada kejelasan mengenai metode yang dapat mengukur intensitas disiplin belajar. Untuk mengukur intensitas disiplin belajar, penulis menggunakan metode angket atau quesioner. “Angket atau quesioner adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar isian atau daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan atau disusun. Metode angket atau quesioner ini dipandang atas pertimbangan bahwa angket ini dimungkinkan dapat disebarkan pada sasaran memudahkan responden dalam menjawab pertanyaan, memudahkan dalam menganalisis data yang terkumpul dalam waktu relatif singkat.
Pengukuran disiplin belajar PAI ini berpedoman pada indikator: (1) ketaatan pada tata tertib, (2) ketepatan hadir, (3) mengikuti proses belajar mengajar, (4) kerapihan dalam berpakaian, (5) mengerjakan tugas dan aktif dalam kegiatan sekolah, (6) berperilaku sesuai norma, (7) kesesuaian jadwal pulang sekolah, (8) tidak melanggar peraturan sekolah.

Pustaka.
Hasan Langgulung, Azas-azas Pendidikan Islam, (Jakarta : Rineka Cipta, 1995), h. 400. 
Oteng Sutisna, Otteng Sutisna, Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. (Bandung : Angkasa, 1983),  
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung : Rosdakarya: 1997), 
Omar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Remaja Rosdakarya, Bandung) 


Facebook Twitter Google+

1 komentar:

cari Tiket Pesawat Murah? Dapatkan segera hanya di SELL TIKET.com Klik disini:
selltiket.com
Booking langsung tanpa antri... HARGA Di Jamin Murah!!!
CEPAT,….TEPAT,….HARGA HEMAT!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085363402103
PIN : D364EDCB

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top