Sabtu, 25 April 2015

Lokasi Strategis dan Pengertian Lokasi

A. Pengertian Lokasi.
Pada studi Geografi, lokasi merupakan variabel penting yang dapat mengungkapkan berbagai hal tentang gejala atau fenomena yang dipelajari. Sumaatmadja (1988:118) menjelaskan, bahwa : lokasi suatu benda dalam ruang dapat menjelaskan dan dapat memberikan kejelasan pada benda atau gejala geografi yang bersangkutan secara lebih jauh lagi. 
Mempelajari geografi sama artinya dengan mempelajari lokasi-lokasi di muka bumi, dan ketika orang atau individu berbicara tentang lokasi di permukaan bumi maka individu tersebut sedang berbicara mengenai fenomena di permukaan bumi. Lokasi sangat erat kaitannya dengan jarak di permukaan bumi. Suatu gejala akan sangat strategis dan  mempunyai nilai guna yang tinggi jika terletak pada lokasi yang menguntungkan.

B. Teori Lokasi
Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. 
Salah satu hal yang paling banyak dibahas dalam teori lokasi adalah pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Analisis ini dapat dikembangkan untuk melihat suatu lokasi yang memiliki daya tarik terhadap batas wilayah pengaruhnya, dimana orang masih ingin mendatangi pusat yang memiliki daya tarik tersebut. Hal ini terkait dengan besarnya daya tarik pada pusat tersebut dan jarak antara lokasi dengan pusat tersebut.
Teori lokasi juga di dasari oleh faktor-faktor geografis dan keadaan lingkungan. Materi inti dalam geografi adalah “mencoba mengetahui karakteristik dan keunikan ruang serta perubahannya termasuk strukturnya, mendapatkan bagaimana hubungan antara manusia dengan lingkungannya serta secara sistematis menjelaskan interaksi antara lokasi dengan kondisi geografis yang ada”.
Hasil interaksi dan kegiatan-kegiatan atau aktifitas di dalam ruang menunjukkan dan menghasilkan gejala penyebaran dalam ruang, baik itu bergerombol, tersebar merata maupun tersebar berjauhan satu sama lainnya. Atas dasar lokasi dan pola sebaran tersebut maka lokasi pusat pelayanan umum termasuk sekolah harus ada pada suatu core atau tempat sentral pada suatu wilayah atau region.
Tempat-tempat pelayanan publik yang terletak pada lokasi inti atau sentral akan lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna yang tinggi dalam memfasilitasi kepentingan penduduk. Christaller dalam Sumaatmadja mengemukakan bahwa “tempat yang lokasinya  sentral adalah tempat yang memungkinkan partisipasi manusia yang jumlahnya maksimum, baik bagi mereka yang terlibat dalam aktifitas pelayanan, maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang dan pelayanan yang dihasilkannya”.
Suatu tempat yang sentral memiliki batas-batas pengaruh atau cakupan yang merupakan suatu lingkaran atau region yang komplementer terhadap tempat yang sntral tersebut. Batas-batas pengruh tersebut dapat dibedakan menjadi batas ambang atau batas bawah (threshold leve lower limitl) yaitu jari-jari lingkaran pengaruh yang mengurung populasi ambang, batas riil (real limit) yaitu jarak yang secara nyata di jalani oleh individu untuk mencapai dan mendapatkan kebutuhan dan batas ideal (ideal limit) yaitu jarak maksimum yang ada di bawah pengaruh tempat yang sentral.
Tempat-tempat sentral yang bertetangga terdekat (nearest neighbor) akan memiliki kawasan pengaruh yang bertampalan maka batasannya pun akan berbentuk heksagonal. Jika mengacu kepada asumsi dasar dari Christaller dalam Sumaatmadja yang menyatakan bahwa orang akan berjalan ke tempat yang paling dekat dengan tempat tinggalnya untuk mendapatkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.  
C. Jenis Lokasi
Sumaatmadja dalam bukunya yang berjudul “Studi Geografi  Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan” menyatakan bahwa lokasi dalam suatu ruang dapat dibedakan menjadi dua jenis lokasi, yaitu :
  1. Lokasi absolut adalah suatu tempat atau wilayah yang lokasinya berkaitan dengan letak astronomis yaitu dengan menggunakan garis lintang dan garis bujur, dan dapat diketahui secara pasti dengan menggunakan peta. Lokasi absolut suatu daerah tidak dapat berubah atau berganti sesuai perubahan jaman tetapi bersifat tetap karena berkaitan dengan bentuk bumi.
  2. Lokasi relatif adalah suatu tempat atau wilayah yang berkaitan dengan karakteristik tempat atau suatu wilayah, karakteristik tempat yang bersangkutan sudah dapat diabstraksikan lebih jauh. Lokasi relatif memberikan gambaran tentang keterbelakangan, perkembangan dan kemajuan wilayah yang bersangkutan dibandingkan dengan wilayah lainnya.  Lokasi relatif dapat ditinjau dari site dan situasi (situation). Site adalah semua sifat atau karakter internal dari suatu daerah tertentu sedangkan situasi adalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang bersangkutan yang berkaitan dengan sifat-sifat eksternal suatu region.
D. Aksesibilitas
Aksesibilitas berasal dari kata accessibility merupakan bahasa inggris yaitu hal yang dapat masuk/hal yang mudah dicapai/hal yang mudah dijangkau. Aksesibilitas dapat diartikan pula sebagai kemudahan atau keterjangkauan terhadap suatu objek yang ada di permukaan bumi.
Terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di  sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan seperti kondisi jalan dan lebar jalan , ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut.
Jika suatu tempat atau wilayah memiliki kondisi jalan yang baik, bisa dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, banyak terdapat alat transportasi untuk menuju ke lokasi tersebut kapan saja siang ataupun malam, engan tingkat keamanan dan kenyamanan yang tinggi, tidak terdapat titik kemacetan dan lain sebagainya, maka aksesibiliats menuju lokasi tersebut cukup baik. Menurut Jayadinata dalam analisis kota yang telah ada atau rencana kota, dikenal standar lokasi (standard for location requirement) atau standar jarak seperti terlihat pada tabel berikut:



Standar Jarak Dalam Kota


No
Prasarana

Jarak dari tempat tinggal
Dengan jalan kaki

1
Pusat tempat kerja dengan pusat kota
20 - 30 menit
2
Pasar Lokal
30 - 45 menit
3
Sekolah dasar
¾ km atau 10 menit
4
Sekolah Menengah Pertama
1 ½ km atau 20 menit
5
Sekolah Menengah Atas
20 - 30 menit
6
Taman lokal
¾ km atau 20 menit
7
Tempat olah raga dan rekreasi
1 ½ km atau 20 menit
8
Taman umum atau cagar
30 - 60 menit


Pustaka.
Jayadinata, T, Johara. 1999. Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan Perkotaan & Wilayah. Penerbit ITB. Bandung
Tarigan, R. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Edisi Revisi, (Bumi. Aksara, Jakarta. 2006)
Sumaatmadja, Nursid. Suatu Pendekatan dan Analisis Keruangan,. (Bandung: Alumni.. 2008)
Santoso, Amir. Analisis Kebijakan Publik: Suatu Pengantar. (Jakarta: Gramedia..1993)
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top