Selasa, 28 April 2015

Hubungan Motif Ekonomi dengan Minat Menyekolahkan Anak

Sekolah sebagai suatu system, memiliki komponen inti yang terdiri dari input,proses dan output yang merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait, terikat, mempengaruhi, membutuhkan dan menentukan input dikategorikan menjadi dua, yaitu input sumber daya yakni meliputi sumber daya manusia serta sumber daya lainnya dan input manajemen yakni input potensial bagi pembentukan system yang efektif dan efisien. Sedangkan output sekolah yaitu berupa kelulusan siswa yang berguna bagi kehidupan yaitu lulusan yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.
Pada zaman sekarang para orang tua ingin membuktikan apa saja yang telah diterima anaknya dalam mengikuti proses pendidikan dan pengajaran terutama di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Sejalan dengan itu pula Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 7 ayat 1 menjelaskan bahwa Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.

Pendidikan tidak lepas dari pada kaitan dengan ekonomi secara umum, bahwa untuk mencapai ekonomi yang mapan, masyarakat indoneisa harus matang dalam pendidikan, bahwa Kunci pembangunan ekonomi terletak pada pengetahuan, dan karena itu proses yang terpenting dalam pembangunan ekonomi adalah belajar; belajar sifatnya interaktif dan terjalin dalam proses di masyarakat. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan inti dari pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1) melalui pendidikan setiap orang dapat belajar; 2) dengan belajar orang akan menguasai kompetensi tertentu; 3) dengan menguasai kompetensi orang dapat berkarya atau memberikan jasa; 4) dengan berkarya atau memberikan jasa mereka dapat memperoleh penghasilan; 5) dengan memperoleh penghasilan mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang senantiasa berkembang; 6) dengan adanya kebutuhan yang semakin berkembang maka akan berkembang pula produksi dan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan; 7) dan dengan perkembangan produksi dan perdagangan ini maka ekonomi dapat tumbuh dan maju.

Keluarga dengan pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain. Berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah, pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah, begitu juga dengan keperluan lainnya. Keadaan sosial ekonomi yang baik dapat mendorong dalam belajar. Masalah biaya pendidikan juga merupakan sumber kekuatan dalam belajar karena kurangnya biaya pendidikan akan sangat mengganggu kelancaran belajar.
Salah satu fakta yang mempengaruhi tingkat pendidikan anak adalah pendapatan keluarga. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap minat menyekolahkan anaknya, sebab segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang tua sehingga tingkat ekonomi orang tua yang lebih baik akan lebih memiliki minat dalam menyekolahkan anaknya.

journal.unsil.ac.id/jurnalunsil
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top