Rabu, 29 April 2015

Hubungan antara kesadaran hidup beragama tentang kebersihan dengan perilaku dalam memelihara kebersihan lingkungan

Hubungan kesadaran beragama tentang kebersihan dengan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan dibuktikan dengan bagaimana manusia memanfaatkan potensi alam untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia. Manusia berkewajiban mengolah dan menjaga potensi alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang merupakan tuntutan fungsi manusia terhadap alam. Oleh karena, dalam mengolah potensi alam yang diberikan Allah kepada manusia merupakan fardhu kifayah, karena tidak semua manusia mempunyai kemampuan untuk menggali potensi alam yang diberikan tersebut.

Untuk itu apabila manusia menyia-nyiakan potensi alam artinya tidak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia berarti mengabaikan fungsi manusia terhadap alamnya. Dalam memenuhi fungsi manusia terhadap alam, hendaknya selalu diusahakan agar keselamatan manusia tidak terganggu. Tidak memanfaatkan potensi alam secara berlebih-lebihan, agar generasi mendatang masih dapat menikmatinya, karena potensi alam terbatas.

Oleh karena itu pemanfaatan potensi alam untuk kepentingan manusia sekarang, harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang, dengan berusaha menjaga, melestarikan potensi alam tersebut.
Menurut Robert Nuttin (dalam Jalaluddin) menyatakan bahwa :
Dorongan beragama merupakan salah satu yang bekerja dalam diri manusia sebagaimana dorongan-dorongan lainnya, seperti: makan, minum, intelek dan lain sebagainya, sejalan dengan itu maka dorongan beragamapun menuntut untuk dipenuhi sehingga pribadi manusia itu mendapat kepuasan dan ketenangan”. 

Selain itu dorongan beragama juga merupakan kebutuhan insaniah yang tumbuhnya dari gabungan berbagai faktor penyebab yang bersumber dari rasa keagamaan. Para ahli psikologi agama berpendapat sumber rasa keagamaan yang penting yaitu adanya suatu pengakuan walaupun secara samar, bahwa tingkah laku keagamaan seseorang timbul dari adanya dorongan dari dalam sebagai faktor intern, dalam perkembangan selanjutnya tingkah laku keagamaan itu dipengaruhi pula oleh pengalaman beragama, struktur kepribadian serta unsur kejiwaan lainnya.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top