Kamis, 23 April 2015

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan

Kedisiplinan harus ditegaskan dalam aspek, karena tanpa dukungan disiplin proses untuk mewujudkan suatu tujuan kan sulit. Jadi kedisiplinan merupkan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan. Untuk menanamkan disiplin pada diri manusia tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Ada dua faktor yang dapat mempengruhi kedisiplinan, yaitu:
a)  Faktor intern
Faktor intern merupakan faktor dalam diri individu sendiri atau dengan kata lain pembawaan sejak lahir. Faktor ini mempunyai peran dalam diri setiap individu sebagaimana dikutip oleh Zakiah Darajat yaitu: “    Beberapa ahli Biologi dan Psikologi berpendapat bahwa peluang bagi pendidik untuk memperoleh hasil pendidikannya amat sedikit, untuk tidak mengatakan tidak sama sekali. Boleh dikatakan peluangnya sangat kecil untuk mendidik (anak) manusia. Mereka memandang bahwa evolusi anak seluruhnya ditentukan oleh hukum-hukum warisan. Sifat dan pembawaan orang tua dan nenek moyang mengalir sepanjang perkembangan dan membentuk kemandirian seseorang, sehingga kecil kemungkinan untuk diubah melalui pendidikan”. 
Dari kutipan di atas kita dapat menggaris bawahi bahwasanya faktor bawaan memilki peran yang besar dalam membentuk kepribadian seseorang, sehingga pendidikan yang berasal dari luar dianggap memiliki peran yang sangat kecil. Terlepas dari permasalahan setuju atau tidak setuju dengan pendapat tersebut, sebagaian ahli lainberpendapat bahwasanya seseorang tidak dapar terlepas dari pengaruh intern dan ekstern, sekecil apapun peluang tersebut.

b)  Faktor Ektern
Faktor ektern merupakan faktor yang timbul dari luar diri individu. Faktor ekstern yang dapat mempengaruhi adanya disiplin yaitu faktor keluarga dan lingkungan dimana individu berinteraksi.
Faktor keluarga dalam hal ini merupakan pola asuh yang diberikan oleh orang tuanyadam mendidik anaknya. Setiap orang tua mempnyai ciri khas masing-masing dalam mendidik anaknya, anak yang didik oleh orang tuanya dengan pola asuh yang otoriter dengan anak yang didik dengan pola asuh demokratis tentu akan berbeda.
Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter akan cenderung sangat patuh dihadapan orang tua dan agresif dalam hubungannya dengan teman sebaya. Sedangkan anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis akan belajar mengendalikan perilaku yang salah dan mempertimbangkan hak-hak orang lain. 

Selanjutnya adalah faktor lingkungan dimana individu sering melakukan interaksi, seperti lingkungan sekolah (guru dan siswa, tempat bermain (teman sebaya), lingkungan masyarakat dan sebagainya. Semua lingkungan tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan disiplin diri pada individu. Seorang individu yang bergaul dengan teman-temannya yang sering melanggar aturan akan cenderung ikut terbawa melakukan pelanggaran, begitupun sebaliknya.

Pustaka.
Z.Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1991),
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top