Kamis, 23 April 2015

Definisi dan Pengertian Prestasi Belajar (Konsep Pendidikan)

Prestasi belajar berasal dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Dua kata ini memang mempunyai arti tersendiri, oleh karena itu sebelum menjelaskan tentang prestasi belajar terlebih dahulu akan diuraikan mengenai pengertian kata-kata tersebut.
Berdasarkan asal katanya kata prestasi merupakan kata serapan dari babasa Belanda, yaitu Prestalic yang secara etimologis diartikan seba¬gai hasil usaha, atau suatu hasil yang telah dicapai, baik itu, dika¬kukan ataupun dikerjakan. Prestasi belajar berasal dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Dua kata ini memang mempunyai arti tersendiri, oleh karena itu sebelum menjelaskan tentang prestasi belajar terlebih dahulu akan diuraikan mengenai pengertian kata-kata tersebut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa prestasi ialah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan) , sedangkan belajar menurut Sardiman adalah sebagai rangkaian kegiatan jiwa raganya, psiko-fisik untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa, dan karsa kognitif, afektif dan psikomotorik. 

Belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman itu sendiri. Perubahan-perubahan itu akan tampak dalam penguasaan pola-pola sambutan (respon) yang baru terhadap lingkungan yang berupa skill, habit, attitude, ability, knowledge, understanding, appreciation, emotional, hubungan sosial, jasmani, dan etika budi pekerti.

Prestasi belajar merupakan kata majemuk yang tersusun dari 2 kata yaitu kata “Prestasi” dan “Belajar”. Prestasi adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia prestasi berarti hasil yang dicapai dari yang telah dilakukan, dan sebagainya. Demikian halnya Abin Syamsuddin memberikan pengertian yang tidak jauh berbeda, yakni suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu. 
Dari beberapa kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah suatu nilai atau hasil yang merupakan hasil dari suatu usaha yang telah dilakukan atau dicapai. Kata prestasi banyak digunakan dalam berbagai kegiatan, salah satunya dalam kegiatan pendidikan untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa dalam belajar.
Adapun pengertian belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku, baik dari segi kognitif, afektif dan motorik secara integrasi. Belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan keseluruhan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman itu sendiri.
Hal tersebut senada dengan pendapat yang dikatakan oleh Slameto bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 
Dari pendapat di atas, menunjukkan bahwa belajar merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh hal yang baru secara integrasi atau keseluruhan, artinya perubahan yang baru itu dari segi kognitif, afektif dan psikomotor dari pengalaman yang telah dilalui. Jadi prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu usaha yang dilakukan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.

Untuk mengukur prestasi belajar seseorang dilihat dari fase keberhasilan belajar, yaitu ranah kognitif dan psikomotor. Dalam penelitian ini hanya membahas ranah kognitif saja.Ranah kognitif atau sering juga disebut aspek pengetahuan adalah tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan aspek intelektual, Adapun aspek kognitif menjadi enam tingkatan, yaitu:
a.    Knowledge (Pengetahuan)
Pada tingkat ini siswa dituntut kemampuannya untuk mengingat konsep-konsep yang khusus dan umum atau hanya mengingat materi-materi yang diberikan. Kata-kata yang dapat dijadikan kata operasional dari aspek ini menurut Uzer Usman adalah mendefinisikan, menyebutkan, mengingat kembali, memproduksi dan menggambarkan.

b.    Comprehension (Pemahaman)
Pada aspek ini di tuntut untuk mampu menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari tanpa mengetahui hubungan dengan yang lain. Hasil belajar ini lebih tinggi satu tingkatan dari aspek pengetahuan. Kata operasional dalam aspek pemahaman ini menurut Uzer Usman adalah mengubah, menjelaskan,  mengikhtisarkan, menyusun kembali, menafsirkan, membedakan, memperkirakan, memperluas, menyimpulkan dan menganulir.
c.    Application (Penerapan)
Pada aspek ini siswa dibina untuk menggunakan konsep-konsep yang abstrak kepada objek khusus dan kongkrit, atau kemampuan siswa untuk menggunakan apa yang telah dipelajari dalam situasi kongkrit yang baru. Kata-kata operasional dari aspek ini menurut Uzer Usma  adalah memperhitungkan, mendemonstrasikan, mengembangkan, menemukan, menyiapkan, menghubungkan, meramalkan, dan menangani.

d.    Analysis (Analisis)
Pada aspek ini dituntut untuk mampu menggunakan suatu materi kedalam bagian-bagiannya sehingga struktur organisasinya dapat dipahami. Kata-kata operasional aspek ini adalah membedakan, mendiagramkan, memilih, memisahkan, membagi-bagikan, dan mengklasifikasikan.

e.    Synthesis (Sintesis)
Sintesis adalah lawan analisis. Pada aspek ini siswa harus mampu merakit bagian-bagian menjadi suatu kesatuan yang utuh. Kemampuan ini membutuhkan proses penyusunan, penggabungan, untuk dijadikan suatu keseluruhan yang berstruktur yang tadinya belum jelas. Kata yang dapat dijadikan kata operasional dari aspek ini menurut Uzer Usma adalah mengkatagorisasikan, mengkombinasikan, mengarang, menciptakan, membuat design, menjelaskan, memodifikasikan, menyusun, membuat rencana, mengatur kembali, menghubungkan, merevisi, menuliskan kembali dan menceritakan.

f.    Evaluation (Evaluasi)
Aspek ini merupakan aspek yang paling tinggi dalam aspek prestasi kognitif siswa dimana pada bagian ini siswa mempunyai kemampuan untuk mempertimbangkan. Kata-kata operasional dari aspek ini adalah menilai, membandingkan, menyimpulkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, membedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan, dan menghubungkan.
Hasil belajar sering juga disebut prestasi belajar yang dapat dimanifestasikan dalam wujud:
  1. Penambahan materi pengetahuan yang berupa fakta, informasi, prinsip atau hukum atau kaidah prosedur atau pola kerja atau teori sistem nilai-nilai dan sebagainya.
  2. Penguasaan pola-pola prilaku kognitif (pengamatan) proses berpikir, mengingat atau mengenal kembali, penlaku efektif (sikapsikap apresiasi, penghayatan dan se¬bagainya), prilaku psikomotor (keterampilan-keterampilan psikomoto-rik termasuk yang bersifat ekspresif).
  3. Perubaban dalam, sifat-sifat kepribadian yang baik yang tangible maupun yang intangible (tak da¬pat diraba).
  4. Prestasi belajar meliputi segenap ranah kejiwaan yang berubah sebagai akibat dari pengalaman dan proses belajar siswa yang bersangkutan. Prestasi belajar dapat dinilai dengan cara:
  5. Penilaian formatif, Penilaian formatif adalah kegiatan penilaian yang bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang sedang atau yang sudah dilaksanakan.
  6. Penilaian Sumatif, Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya selama jangka waktu tertentu.
Pustaka:
Poerwaditma, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 895.

Abin Syamsudin, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya, 2000), h. 110
Slameto, Psikologi Belajar Mengajar, (Jakarta :  Rineka Cipta, 1995), h. 2.  
Muhamad Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung, Rosdakarya, 1990)
Abin Syamsuddin Makmun, Psykologi Kependidikan Baru, (Bandung.: PT Remaja Rosdakarya, 1992), 
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top