Senin, 27 April 2015

Definisi dan Pengertian Pengetahuan Serta Penjelasannya

Pengetahuan seseorang dengan orang lain berbeda-beda, sehingga dengan demikian pengetahuan merupakan kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsug memperkaya kehidupan manusia. Pengetahuan dapat diartikan secara luas “mencakup segala sesuatu yang diketahui”. 
Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk tindakan seseorang”

Pengetahuan adalah “segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu”.   Pengetahuan “merupakan hasil tahu setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba”.  Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Soekanto, bahwa “pengetahuan merupakan “hasil penggunaan panca indera dan akan menimbulkan kesan dalam pikiran manusia”.
Pengetahuan adalah “interaksi yang terus menerus antara individu dan lingkungan”. Dengan demikian pengetahuan adalah suatu proses, bukan suatu “barang”. Pengetahuan adalah “tekanan kepada proses psikologi ingatan atau kognitif”.  Taksonomi (pengelompokan) tujuan pendidikan harus mengacu kepada tiga jenis ranah, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik”.

Pengetahuan (khnowledge) adalah “hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “What” misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya”.  Pengetahuan hanya dapat menjawab pertanyaan sesuatu itu. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
Pengetahuan sebagai alat jaminan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku didasarkan atas pengetahuan akan lebih langgeng dibandingkan dengan tanpa didasari pengetahuan. Pengetahuan merupakan dasar untuk terbentuknya tindakan seseorang  .

Tingkatan Pengetahuan
Tingkat pengetahuan dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu:
a.    Know (tahu)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya termasuk  dalam pengetahuan. Tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukurnya antara lain menyebutkan, menguraikan, mengindentifikasi, menyatakan dan sebagainya.
b.    Comprehension (memahami)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya.
c.    Aplication (aplikasi)
Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya).
d.    Analysis (analisis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e.    Evaluation (evaluasi)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau suatu objek. Penilaian ini didasarkan suatu criteria yang telah ada.
Selanjurnya ada tiga unsur pengetahuan yaitu :
a.    Pengamatan (menanamkan) yaitu penggunaan indra lahir dan indra batin untuk menangkap objek
b.    Sasaran (objek) yaitu sesuatu yang menjadi bahan pengamatan
c.    Kesadaran (jiwa) salah satu dari alam yang ada pada diri manusia.

Pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan, yaitu:
1.    Tahu (know)
Yang dimaksud tahu adalah mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tahu ini merupakan tingkat pengetahuan paling rendah.
2.    Memahami (comprehension)
Yang dimaksud memahami adalah suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi dengan benar.
3.    Aplikasi (application)
Yang dimaksud aplikasi adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya).
4.    Analisis (analysis).
Yang dimaksud analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5.    Sintesis (Synthesis).
Yang dimaksud sintesis adalah suatu kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.
6.    Evaluasi (Evaluation)
Yang dimaksud evaluasi adalah kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Piaget menyatakan bahwa proses dasar yang terjadi pada penyusunanpengetahuan adalah adaptasi (assimilasi dan akomodasi) yang diatur oleh ekuilibrasi.
Ditinjau dari sifat dan cara penerapannya pengetahuan terdiri dari dua macam, yakni : “declarative knowledge dan procedural kowledge”. Decarative knowlede lazim juga disebut propositional knowledge.     
Pengetahuan deklatarif atau pengetahuan prososisional ialah pengetahuan mengenai informasi faktual yang pada umumnya bersifat statis-normatif dan dapat dijelaskan secara lisani atau verbal.  Sebaliknya pengetahuan prosedural adalah pengetahuan yang mendasari kecakapan atau keterampilan perbuatan jasmaniah yang cenderung bersifat dinamis”.
Pada awal penelitiannya tentang bagaimana anak berfikir telah dapat mengidentifikasi empat periode atau tahap perkembangan kognitif. Tahap perkembangan tersebut adalah sensorimotoris, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal”. 

Selanjutnya perkembangan kognitif bahwa :
Pada usia 11–17 tahun mencapai operasi formal, dimana pada tahap ini anak telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan. Dua ragam kemampuan kognitif, yakni: 1). Kapasitas menggunakan hipotesis, 2). Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. Dengan kapasitas menggunakan hipotesis, seorang remaja akan mampu berpikir hipotesis, yakni berpikir mengenai sesuatu, khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang direspon oleh siswa. Dengan kapasitas menggunakan prinsip abstrak, remaja akan mampu menerapkan logika ke semua tipe masalah termasuk yang abstrak.
Pengetahuan mengacu kepada kemampuan mengenal atau mengingat kembali yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori-teori yang sukar”.  salah satu faktor yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan dengan benar.
Dari teori-teori di atas, dapat disimpulkan bahwa, pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui dan kemampuan mengenal dan mengingat kembali yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori-teori yang sukar yang diperoleh melalui pengalaman setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.

Pustaka.

Abdul Asri Harahap, 2004. Paradigma Baru Perpajakan Indonesia Perspektgf. Ekananzi-Politik. Jakarta: Integrita Dinamika Press
Syah, Muhibbin. 2003, Psikologi Belajar. Jakarta: Rajagrafindo
Basyiruddin Usman. 2007. Media Pendidikan. Jakarta: Ciputat Press
Hudojo, Herman. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. JICA
Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka
Suriasumantri. 2003. Filsafat Ilmu. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top