Selasa, 28 April 2015

Contoh Hasil Penelitian Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar

Maftukhah. 2007. “Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII SMP N 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007”.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 54% responden memiliki kondisi sosial ekonomi orang tua yang tergolong tinggi (baik). Pengaruh antara kondisi sosial ekonomi orang tua siswa SMP N 1 Randudongkal terhadap prestasi belajar geografi sebesar sebesar 55,066 signifikansi 0.000>4,05. Dengan demikian hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif antara kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa SMP N 1 Randudongkal “diterima”.
Saran yang dapat diberikan yaitu karena adanya hubungan antara kondisi sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar anaknya, maka bagi orang tua yang kondisi sosial ekonominya rendah atau kurang mampu dalam hal ini tingkat pendapatannya agar berusaha untuk meningkatkan pendapatannya dengan mencari pekerjaan tambahan. Bagi siswa yang berprestasi dan orang tuanya kurang mampu diharapkan sekolah dapat memberikan beasiswa atau program orang tua asuh atau orang tua angkat yang bersedia membantu memenuhi biaya pendidikannya 

Cucum Sumiati 2010. Hubungan antara persepsi orang tua siswa tentang pendidikan dan tingkat pendapatannya dengan minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP (Studi Pada Orang Tua Siswa di Desa Cibahayu Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya)
Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi orang tua siswa tentang pendidikan termasuk kategori kurang, variabel tingkat pendapatannya termasuk kategori kurang dan variabel minat siswa untuk melanjutkan ke tingkat SLTP termasuk kategori k urang. Ada hubungan antara persepsi orang tua siswa tentang pendidikan dengan minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,666 yang termasuk kateg ori keeratan cukup dan memberikan kontribusi sebesar 44,4%. Semakin baik persepsi orang tua siswa tentang pendidikan maka akan semakin baik minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP. Ada hubungan antara tingkat pendapatannya dengan minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,667 yang termasuk kategori keeratan cukup dan memberikan kontribusi sebesar  44,5%. Semakin baik tingkat pendapatannya maka akan semakin baik minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP. Ada hubungan antara persepsi orang tua siswa tentang pendidikan dan tingkat pendapatannya dengan minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,682 yang termasuk kategori keeratan cukup dan memberikan kontribusi sebesar 46,6%. Semakin baik persepsi orang tua siswa tentang pendidikan dan semakin baik tingkat pendapatannya maka akan semakin baik minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.
Maharani, Refika., (2011) Hubungan Pengetahuan Tentang  Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Minat Ibu Menyekolahkan Anak Di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.

PAUD memiliki peran strategis dalam upaya pembinaan anak sejak dini untuk mempersiapkan generasi SDM di masa depan untuk bangsa Indonesia. Orang tua khususnya seorang ibu seharusnya memiliki pengetahuan tentang PAUD sehingga mampu mendidik anak dengan baik untuk disiapkan di masa mendatang. Namun pada kenyataannya di lapangan masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan tentang PAUD yang rendah, serta minat yang rendah untuk menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan tentang PAUD dan minat ibu menyekolahkan anak di lembaga PAUD serta hubungan antara pengetahuan tentang PAUD dengan minat ibu menyekolahkan anak di lembaga PAUD. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan studi populasi. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang tidak menyekolahkan anak di lembaga PAUD sebanyak 90 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan minat. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes pengetahuan tentang PAUD dan skala minat. Tes pengetahuan tentang PAUD sebanyak 40 item dan skala minat sebanyak 48 item. Teknik uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Guttman Split Half untuk tes pengetahuan tentang PAUD dan menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk skala minat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang PAUD masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan minat ibu untuk menyekolahkan anak di lembaga PAUD masuk dalam kategori sedang. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,759 dengan p = 0,00 (p < 0,05) yang artinya ada hubungan positif antara pengetahuan terntang PAUD dengan minat ibu untuk menyekolahkan anak di lembaga PAUD.
Facebook Twitter Google+

Boleh bebas asal jangan terlalu

Back To Top